Kamis, 21 November 2019

DAFTAR KHALIFAH YANG PERNAH MEMIMPIN PADA MASA DAULAH UMAYYAH,IPERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN PADA MASA DAULAH BANI UMAYYAH

  1. DAFTAR KHALIFAH YANG PERNAH MEMIMPIN PADA MASA DAULAH UMAYYAH
NO
KHALIFAH
TAHUN
KETERANGAN
1.
Muawiyah bin Abu Sufyan 
(41-60 H / 661-680 M)

Nama lengkapnya Mu’awiyah bin Abi Sufyan bin Harb bin Umayyah bin Abd Syams bin Abdul Manaf, biasa dipanggil Abu Abdurrahman. Ia masyhur dengan Muawiyah bin Abi Sufyan. Ia lahir di Makkah tahun 20 sebelum hijrah. 

Ayahnya adalah Abu Sufyan, dan ibunya adalah hindun binti Utbah. Ia adalah sosok yang terkenal fasih, penyabar, berwibawa, cerdas, cerdik, badanya tinggi besar, dan kulitnya putih. Ia masuk Islam bersama ayah, ibu, dan saudaranya Yazid pada saat pembukaan kota Makkah tahun 8 H. Ia pernah ikut perang Hunain dan ia adalah seorang juru tulis Al Qur’an.
Karir politiknya diawali ketika Umar bin Khattab pernah menugaskan sebagai gubernur Yordania. Dan pada masa Utsman bin Affan , dia ditugaskan menjadi gubernur Syiria.
Muawiyah menjadi Khalifah pada tahun 41 H setelah Hasan bin Ali menyerahkan khilafah kepadanya. Muawiyah bin Abi Sufyan mendirikan dinasti Bani Umayyah dan sebagai khalifah pertama. Ia memindahkan ibukota dari Madinah al Munawarah ke kota Damaskus dalam wilayah Syiria. Pada masa pemerintahannya, ia melanjutkan perluasan wilayah kekuasaan Islam yang terhenti pada masa Khalifah Ustman dan Ali. 

Disamping itu ia juga mengatur tentara dengan cara baru dengan meniru aturan yang ditetapkan oleh tentara di Bizantium, membangun administrasi pemerintahan dan juga menetapkan aturan kiriman pos.
Muawiyah bin Abu Sufyan menerapkan sistem monarchiheridetis (kepemimpinan secara turun temurun). Ia menunjuk anaknya, Yazid bin Muawiyah sebagai penerusnya. Ia mengadopsi dari sistem monarki yang ada di Persia dan Bizantium.
Muawiyah bin Abu Sufyan berkuasa selama 20 tahun. Ia meninggal Dunia dalam usia 80 tahun dan dimakamkan di Damaskus di pemakaman Bab Al-Shagier.

  1.  
Yazid  bin Muawiyah 
(60-64 H / 680-683 M)
Nama lengkapnya Yazid bin Muawiyah bin Abi Sufyan. Ia dilahirkan pada tanggal 23 Juli 645. Pada masa kekhalifahan ayahnya, beliau menjadi seorang pangglima yang cukup penting. Pada tahun 668, Khalifah Muawiyah mengirim pasukan dibawah pimpinan Yazid bin Muawiyah untuk melawan Kekaisaran Bizantium. 

Yazid mencapai Chalcedon dan mengambil alih kota penting Bizantium, Amorion. Meskipun kota tersebut direbut kembali, pasukan arab kemudian menyerang Chartago dan Sisilia pada tabun 669. Pada tahun 670, pasukan Arab mencapai Siprus dan mendirikan pertahanan disana untuk menyerang jantung Bizantium. Armada Yazid menaklukan Smyrna dan kota pesisisr lainnya pada tahun 672.
Khalifah Muawiyah wafat pada tanggal 6 Mei 680. Yazid bin Muawiyah menjadi Khalifah selanjutnya. Yazid menjabat sebagai Khalifah dalam usia 34 tahun. Pengangkatnyan berdasarkan kebijakan Khalifah Muawiyah menerapkan sistem monarki. 

Ketika Yazid naik tahta, sejumlah tokoh di Madinah tidak mau menyatakan setia kepadanya. Ia kemudian mengirim surat kepada Gubernur Madinah, memintanya untuk memaksa penduduk mengambil sumpah setia kepadanya.
Selama berkuasa, Yazid bin Muawiyah  mencoba melanjutkan kebijakan ayahnya dan menggaji banyak orang yang membantunya. Ia memperkuat struktur administrasi khilafah dan memperbaiki pertahanan militer Syiria, basis kekuatan Bani Umayyah. Sistem keuangan diperbaiki. 

Ia mengurangi pajak beberapa kelompok Kristen dan menghapuskan konsesi pajak yang ditanggung orang-orang Samara sebagai hadiah untuk pertolongan yang telah disumbangkan di hari-hari awal penaklukan Arab. Ia juga membayar perhatian berarti pada pertanian dan memperbaiki sistem irigasi di oasis Damaskus.
Ia meninggal pada tahun 64 H/683 M dalam usia 38 tahun dan masa pemerintahannya ialah tiga tahun dan enam bulan. Kemudian kekhalifahan turun kepada anaknya, Muawiyah Bin Yazid.

  1.  
Muawiyah bin Yazid
(64-64 H / 683-683 M)
Nama lengkapnya Muawiyah bin Yazid bin Muawiyah bin Abu Sufyan. Ia adalah seorang pemuda yang tampan.Dia disebut juga Abu Abdurrahman, ada juga yang menyebutnya Abu Yazid dan Abu Laila. Beliau anak Yazid yang lemah dan sakit-sakitan,disamping itu dia adalah seorang ahli Kimia pada masa pemerintahan Kakeknya Muawiyah bin Abu Sufyan.
Muawiyah bin Yazid menjadi Khalifah atas dasar wasiat ayahnya pada bulan Rabiul Awal tahun 64 Hijriah atau berkenaan tahun 683 M. Muawiyah bin Yazid diangkat menjadi Khalifah pada usia 23 tahun. 

Dia adalah seorang pemuda yang shalih. Ketika dia diangkat menjadi khalifah dia sedang menderita sakit. Sakitnya semakin keras, akhirnya dia meninggal dunia. Dia bahkan tidak pernah keluar pintu sejak dia diangkat menjadi khalifah. 


Dia belum sempat melakukan apa-apa,dan belum pernah menjadi imam sholat untuk rakyatnya. Ada yang mengatakan bahwa masa kekhalifahannya sekitar 40 hari ada pula yang mengatakan dia menjadi khalifah selama 2 bulan,ada yang mengatakan juga 3 bulan dan ada juga 6 bulan.

  1.  
Marwan bin Hakam
(64-65 H / 684-685 M)
Nama lengkapnya Marwan bin Hakam bin Abul ‘Ash. Ia merupakan Khalifah keempat dari Dinasti Bani Umaiyyah setelah Muawiyyah bin Yazid wafat. menurut silsilah,  dia merupakan cucu dari Abul ‘Ash yang juga merupakan kakek dari Ustman bin Affan. 

Setelah terputusnya keturunan Muawiyyah di kekuasaan Muawiyyah bin Yazid maka kursi kekuasaan beralih ke Bani Marwan setelah keluarga besar Umayyah mengangkatnya sebagai khalifah. Karena mereka menganggap Marwan bin Hakam adalah orang yang tepat untuk mengendalikan kekuasaan karena pengalamanya. ketika itu kondisi tidak stabil dan banyak terjadi perecahan ditubuh bangsa Arab.
Pada Masa Khalifah Muawiyyah bin Abu Sufyan, Marwan bin Hakam diangkat menjadi gubernur di Madinah.  Pada masa inilah, Marwan diserahi jabatan gubernur untuk wilayah Hijaz yang berkedudukan di Madinah. Ketika penduduk Madinah menyatakan dukungan kepada Abdullah bin Zubair, Marwan melarikan diri ke Damaskus.
Pertentangan antara pihak Abdullah bin Zubair dan Marwan bin Hakam mencapai puncaknya pada Perang Marju Rahith yang terjadi pada 65 H. Pada peperangan ini pasukann Abdullah bin Zubair mengalami kekalahan cukup telak. Penduduk wilayah Mesir dan Libya yang semula berpihak padanya, mengangkat baiat atas Marwan. Namun wilayah Hijaz, Irak dan Iran tetap tunduk kepada Abdullah bin Zubair.
Dengan demikian, pada masa itu wilayah Islam terpecah menjadi dua khilafah. Daerah Hijaz dan sekitarnya termasuk Makkah dan Madinah tunduk kepada Abdullah bin Zubair. Sedangkan wilayah Syria berada dalam kekuasaan Marwan bin Hakam.
Untuk mengukuhkan jabatan khilafahnya itu, Marwan bin Hakam yang sudah berusia 63 tahun itu mengawini Ummu Khalid, janda Yazid bin Muawiyah. Perkawinan yang tidak seimbang itu sangat kental aroma politik. Dengan mengawini janda Yazid, Marwan bermaksud menyingkirkan Khalid, putra termuda Yazid dari tuntutan khilafah.
Marwan bin Hakam meninggal pada usia 63 tahun. Ia hanya menjabat sebagai khalifah selama 9 bulan 18 hari.

  1.  
Abdul Malik bin Marwan
(65-86 H / 685-705 M)

Nama lengkapnya Abdul Malik bin Marwan bin Hakam bin Abul ‘Ash. Ia dilantik sebagai Khalifah setelah kematian ayahnya, pada tahun 685 M. Dibawah kekuasaan Abdul Malik, kerajaan Umayyah mencapai kekuasaan dan kemulian. Ia terpandang sebagai Khalifah yang perkasa dan negarawan yang cakap dan berhasil memulihkan kembali kesatuan Dunia Islam dari para pemberontak.
Dalam ekspansi ke timur ini, khalifah Abdul Malik bin Marwan melanjutkan peninggalan ayahnya. Ia mengirim tentara menyeberangi sungai Oxus dan berhasil menundukkan Balkanabad, Bukhara, Khwarezmia, Ferghana dan Samarkand. Tentaranya bahkan sampai ke India dan menguasai Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Multan.
Abdul Malik bin Marwan mengubah mata uang Bizantium dan Persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai Islam. Untuk itu, dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab. 

Khalifah Abdul Malik bin Marwan juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam.
Pada masa Abdul Malik bin Marwan, Dinasti  bani Umayyah dapat mencapai puncak kejayaannya. Ia meninggal pada tahun 705 M dalam usia yang ke-60 tahun. Ia meninggalkan karya-karya terbesar didalam sejarah Islam. Masa pemerintahannya berlangsung selama 21 tahun, 8 bulan.

  1.  
Walid bin Abdul Malik (
(86-96 H / 705-715 M)
Nama lengkapnya Walid bin Abdul Malik bin Marwan bin Hakam bin Abul ‘Ash. Masa pemerintahan Walid bin Malik adalah masa ketentraman, kemakmuran dan ketertiban. Umat Islam merasa hidup bahagia. 

Pada masa pemerintahannya tercatat suatu peristiwa besar, yaitu perluasan wilayah kekuasaan dari Afrika Utara menuju wilayah Barat daya, benua Eropa pada tahun 711 M. Perluasan ke arah Barat dipimpin oleh panglima Islam, Thariq bin Ziyad. 


Setelah Aljazair dan Maroko dapat ditundukan, Tariq bin Ziyad dengan pasukannya menyeberangi selat yang memisahkan antara Maroko (magrib) dengan benua Eropa, dan mendarat di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Tentara Spanyol dapat dikalahkan. 


Dengan demikian, Spanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu kota Spanyol, Cordoba, dengan cepatnya dapat dikuasai. Menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Seville, Elvira dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Cordoba. Kemudian pasukan Islam dibawah pimpinan Musa bin Nushair juga berhasil menaklukkan Sidonia, Karmona, Seville, dan Merida serta mengalahkan penguasa kerajaan Goth, 


Theodomir di Orihuela, ia bergabung dengan Thariq di Toledo. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulai dari Zaragoza sampai Navarre. Pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa.
Selain melakukan perluasan wilayah kekuasaan Islam, Walid juga melakukan pembangunan besar-besaran selama masa pemerintahannya untuk kemakmuran rakyatnya. Khalifah Walid bin Abdul Malik meninggalkan nama yang sangat harum dalam sejarah Dinasti Bani Umayyah dan merupakan puncak kebesaran Daulah tersebut.

  1.  
Sulaiman bin Abdul Malik
(96-99 H / 715-717 M)
Nama lengkapnya Sulaiman bin Abdul Malik bin Marwan bin Hakam bin Ash, panggilanya Abu Ayub. Lahir di Madinah pada tahun 54 H. Ia merupakan saudara dari Walid bin Abdul Malik, khalifah sebelumnya. 

Dia diangkat sebagai khalifah pada tahun 96 H pada usia 42 tahun. Menjelang saat terakhir pemerintahannya, ia memanggil Gubernur wilayah Hijaz, yaitu Umar bin Abdul Aziz, yang kemudian diangkat menjadi penasehatnya dengan memegang jabatan wazir besar.
Ia menunjuk umar bin Abdul Azis sebagai penerusnya. Dan menjadikan Yazid bin Abdul Malik sebagai khalifah setelah Umar bin abdul azis
Masa pemerintahannya berlangsung selama 2 tahun, 8 bulan.

  1.  
Umar bin Abdul-Aziz
(99-101 H / 717-720 M)
Nama lengkapnya Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Hakam bin Abul ‘Ash. Ia merupakan sepupuh khalifah sebelumnya, Sulaeman bin Abdul Malik. Ia menjabat sebagai Khalifah pada usia 37 tahun . Ia terkenal adil dan sederhana. 

Ia ingin mengembalikan corak pemerintahan seperti pada zaman khulafaur rasyidin. Pemerintahan Umar meninggalkan semua kemegahan Dunia yang selalu ditunjukkan oleh orang Bani Umayyah.
Meskipun masa pemerintahannya sangat singkat, ia berhasil menjalin hubungan baik dengan Syi’ah. Ia juga memberi kebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Kedudukan mawali (orang Islam yang bukan dari Arab) disejajarkan dengan Muslim Arab. Pemerintahannya membuka suatu pertanda yang membahagiakan bagi rakyat. 

Ketakwaan dan keshalehannya patut menjadi teladan. Ia selalu berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Ia meninggal pada tahun 720 M dalam usia 39 tahun, dimakamkan di Deir Simon.

  1.  
Yazid  bin Abdul-Malik
(101-105 H / 720-724 M)
Nama lengkapnya Yazid bin Abdul Malik bin Marwan bin Hakam bin Abul ‘Ash. Ia merupakan sepupu khalifah sebelumnya, Umar bin Abdul Azis. Ia menjabat khalifah kesembilan Daulah Umayyah pada usia 36 tahun. Khalifah yang sering dipanggil dengan sebutan Abu Khalid ini lahir pada 71 H. Ia menjabat khalifah atas wasiat saudaranya, Sulaiman bin Abdul Malik. Ia dilantik pada bulan Rajab 101 H.
Ia mewarisi Dinasti Bani Umayyah dalam keadaan aman dan tenteram. Pada masa awal pemerintahannya, Yazid bertindak menuruti kebijakan Khalifah Umar bin Abdul Azis sebelumnya. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Setelah itu terjadi perubahan. Karena banyak penasihat yang tidak setuju dengan kebijakan positif yang diterapkan Umar bin Abdul Azis.
Sebelum Yazid meninggal,  sempat terjadi konflik antara dirinya dan saudaranya, Hisyam bin Abdul Malik. Namun hubungan keduanya baik kembali setelah Hisyam lebih banyak mendampingi sang khalifah hingga wafat. Ia meninggal dunia pada usia 40 tahun. Masa pemerintahannya hanya berkisar 4 tahun satu bulan

  1.  
Hisyam bin Abdul Malik
(105-125 H / 724-743 M)
Nama lengkapnya Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan bin Hakam bin Abul ‘Ash. Ia merupakan saudara kandung khalifah sebelumnya, Yazid bin Abdul Malik. Ia menjabat sebagai Khalifah pada usia yang ke 35 tahun. Ia terkenal negarawan yang cakap dan ahli strategi militer. Pada masa pemerintahannya muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayyah. 

Kekuatan ini berasal dari kalangan Bani Hasyim yang didukung oleh golongan mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. Dalam perkembangan selanjutnya, kekuatan baru ini mampu menggulingkan Dinasti Umayyah dan menggantikannya dengan Dinasti baru, Bani Abbas.
Pemerintahan Hisyam yang lunak dan jujur menyumbangkan jasa yang banyak untuk pemulihan keamanan dan kemakmuran, tetapi semua kebajikannya tidak bisa membayar kesalahan-kesalahan para pendahulunya, kerana gerakan oposisi terlalu kuat, sehingga Khalifah tidak mampu mematahkannya.
Meskipun demikian, pada masa pemerintahan Khalifah Hisyam kebudayaan dan kesusastraan Arab serta lalu lintas dagang mengalami kemajuan. Dua tahun sesudah penaklukan pulau Sisily pada tahun 743 M, ia wafat dalam usia 55 tahun. 

Masa pemerintahannya berlangsung selama 19 tahun, 9 bulan. Sepeninggal Hisyam, Khalifah-Khalifah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk. Hal ini makin mempercepat runtuhnya Daulah Bani Ummayyah.

  1.  
Hisyam bin Abdul Malik
(105-125 H / 724-743 M)
Nama lengkapnya Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan bin Hakam bin Abul ‘Ash. Ia merupakan saudara kandung khalifah sebelumnya, Yazid bin Abdul Malik. Ia menjabat sebagai Khalifah pada usia yang ke 35 tahun. Ia terkenal negarawan yang cakap dan ahli strategi militer. Pada masa pemerintahannya muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayyah. 

Kekuatan ini berasal dari kalangan Bani Hasyim yang didukung oleh golongan mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. Dalam perkembangan selanjutnya, kekuatan baru ini mampu menggulingkan Dinasti Umayyah dan menggantikannya dengan Dinasti baru, Bani Abbas.
Pemerintahan Hisyam yang lunak dan jujur menyumbangkan jasa yang banyak untuk pemulihan keamanan dan kemakmuran, tetapi semua kebajikannya tidak bisa membayar kesalahan-kesalahan para pendahulunya, kerana gerakan oposisi terlalu kuat, sehingga Khalifah tidak mampu mematahkannya.
Meskipun demikian, pada masa pemerintahan Khalifah Hisyam kebudayaan dan kesusastraan Arab serta lalu lintas dagang mengalami kemajuan. Dua tahun sesudah penaklukan pulau Sisily pada tahun 743 M, ia wafat dalam usia 55 tahun. 

Masa pemerintahannya berlangsung selama 19 tahun, 9 bulan. Sepeninggal Hisyam, Khalifah-Khalifah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk. Hal ini makin mempercepat runtuhnya Daulah Bani Ummayyah.

  1.  
Walid bin Yazid bin Abdul Malik
(125-126 H / 743-744 M)
Nama lengkap Walid bin Yazid bin Abdul Malik. Ia adalah keponakan Khalifah Hisyam bin Abdul Malik, khalifah sebelumnya. Ia adalah anak dari Yazid bin Abdul Malik, Khalifah kesembilan dinasti Bani Umayah. Pada masa pemerintahnya, 

Dinasti Umayah menDinasti Umayah mengalami kemunduran. Ia memiliki prilaku buruk dan suka melanggar norma agama. Kalangan keluarga sendiri benci padanya. Dan ia mati terbunuh.
Adapun kebijakan yang paling utama yang dilakukan oleh Walid bin Yazid ialah melipatkan jumlah bantuan sosial bagi pemeliharaan orang-orang buta dan orang-orang lanjut usia yang tidak mempunyai famili untuk merawatnya. Ia menetapkan anggaran khusus untuk pembiayaan tersebut dan menyediakan perawat untuk masing-masing orang.
Masa pemerintahannya berlangsung selama 1 tahun, 2 bulan. Dia wafat dalam usia 40 tahun.

  1.  
Yazid bin Walid bin Abdul Malik
(126-127 H/ 744 M)
Nama lengkap Yazid bin Walik bin Abdul Malik, sepupuh dari khalifah sebelumnya, Walid bin Yazid bin Abdul Malik. Ia adalah anak dari Walid bin Abdul Malik, Khalifah keenam dinasti Bani Umayah. 

Pemerintahan Yazid bin Walid tidak mendapat dukungan dari rakyat, karena kebijakannya suka mengurangi anggaran belanja negara. Masa pemerintahannya tidak stabil dan banyak pemberontakan. Masa pemerintahannya berlangsung selama 16 bulan. Dia wafat dalam usia 46 tahun.

  1.  
Ibrahim bin Walid bin Abdul Malik
(127 H / 744 M)
Nama Lengkap Ibrahim bin Walid bin Abdul Malik, saudara kandung Yazid bin Walid bin Abdul Malik, Khalifah sebelumnya. Dia diangkat menjadi Khalifah tidak memperoleh suara bulat di dalam lingkungan keluarga Bani Umayyah dan rakyatnya. 

Kerana itu, keadaan negara semakin kacau dengan munculnya beberapa pemberontak. Ia menggerakkan pasukan besar berkekuatan 80.000 orang dari Arnenia menuju Syiria. Ia dengan suka rela mengundurkan dirinya dari jabatan khilafah dan mengangkat baiat terhadap Marwan ibn Muhammad. Dia memerintah selama 3 bulan dan wafat pada tahun 132 H.

  1.  
Marwan bin Muhammad
(127-133 H / 744-750 M)
Nama lengkap Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Ia adalah cucu dari khalifah keempat bani Umayah,  Marwan bin Hakam dan keponakan Khalifah kelima, Abdul Malik bin Marwan. Beliau seorang ahli negara yang bijaksana dan seorang pahlawan. Beberapa pemberontak dapat ditumpas, tetapi dia tidak mampu mengahadapi gerakan Bani Abbasiyah dengan pendukung yang kuat.
Marwan bin Muhammad melarikan diri ke Hurah, terus ke Damaskus. Namun Abdullah bin Ali yang ditugaskan membunuh Marwan oleh Abbas As Syaffah selalu mengejarnya. akhirnya sampailah Marwan di Mesir. 

Di Bushair, daerah al Fayyun Mesir, dia mati terbunuh oleh Shalih bin Ali, orang yang menerima penyerahan tugas dari Abdullah. Marwan terbunuh pada tanggal 27 Dzulhijjah 132 H\5 Agustus 750 M. Dengan demikian berakhirlah dinasti  Bani Umayyah, dan kekuasaan selanjutnya dipegang oleh Bani Abbasiyah.









  1. PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN PADA MASA DAULAH BANI UMAYYAH
  1. Ilmu Agama
Ilmu Agama terus berkembang sejalan berkembangnya pemahaman ajaran Islam ke berbagai wilayah salah satu ilmu Agama yang berkembang pada masa Daulah Umayyahadalah ilmu hadis perkembangan ilmu hadis ditandai dengan kodifikasi dan pembukuan hadis.
Kodifikasi hadis secara resmi dimulai pada masa kepemimpinan Umar Bin Abdul Aziz

Kodifikasi  dan pembukuan hadis dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa para penghafal Hadits semakin berkurang jumlahnya karena meninggal. Dengan adanya dukungan para ulama khalifah Umar Bin Abdul Aziz memerintahkan Gubernur Madinah. Abu bakar bin Muhamad bin Amru Hazm mengumpulkan hadis yang terdapat pada penghafal yaitu Amrah Bin Abdurrahman dan Qasim Bin Muhamad Bin Abu Bakar As Siddiq. Keduanya merupakan ulama besar yang menerima banyak Hadits dan paling terpercaya dalam meriwayatkan Hadits dari Aisyah Binti Abu Bakar selain itu khalifah Memerintahkan Abu Bakar Muhamad Bin Az-Zuhri mengumpulkan hadis dan menyerahkan kepada para penghafal Hadits di hijaz atau Hedzjaz  dan suriah.

  1. Ilmu Bahasa
Wilayah kekuasaan Islam yang semakin luas memunculkan banyak bahasa yang digunakan dalam administrasi pemerintahan diantaranya bahasa persia, Yunani dan Qibty. Pemerintah bani umayyah. kemudian mencoba menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi dalam administrasi pemerintahan di berbagai wilayah. Pada masa itu sudah banyak orang non- Arab memeluk Islam dan mulai pandai menggunakan bahasa Arab. perhatian pada bahasa Arab mulai diberikan untuk menyempurnakan pengetahuan bahasa Arab bagi orang-orang non - Arab yang baru memeluk Islam kenyataan tersebut mendorong lahirnya seorang ahli bahasa yaitu Sibawaihi yang menghasilkan karya berjudul Al-kitab kitab tersebut menjadi pedoman ilmu tata bahasa Arab hingga saat ini.

Pada masa pemerintahan Abdul Malik juga dilakukan pembaruan ragam tulisan Arab.Hajjaj Bin Yusuf pejabat tinggi yang mahir dalam seni menulis bahasa Arab memperkenalkan tanda vokal dan titik. untuk membedakan beberapa huruf yang sama bentuknya pembaruan tersebut menjadikan bahasa Arab lebih sempurna sekaligus menghilangkan kesulitan bagi pembaca khususnya orang-orang non Arab .sejarah pertumbuhan ilmu bahasa perhatian pada syair Arabiah pun muncul kembali sehingga bidang sastra Arab mengalami kemajuan .beberapa ilmuwan lain dalam bidang bahasa dan sastra beserta karyanya antara lain :
1)      Ali al qali karyanya berjudul al amali dan Al Nawadir
2)      Abu Bakar Muhammad Ibnu Umar karyanya berjudul al Af’al dan Fa’alta wa Af’alat
3)      Abu Amir Abdullah Bin Syuhaid karyanya dalam bentuk prosa berjudul Risalah Al Awabi wa Al-Zawabig,Kasf al-Dakk wa Asar al-Syakkk, dan Hanut ‘Athar

  1. Ilmu filsafat
Filsafat diartikan sebagai usaha dengan sungguh-sungguh untuk memahami segala sesuatu secara mendalam, sehingga orang yang melakukannya dapat menangkap inti suatu masalah filsafat Islam pertama kali muncul pada masa Daulah Umayyah munculnya filsafat Islam dimulai dari penerjemahan filsafat Yunani ke dalam bahasa Arab para ilmuwan muslim dalam bidang filsafat yang sangat terkenal yaitu Al-Farabi
Al-fArabi memiliki nama lengkap Abu Nasr Muhammad Al Farabi atau dalam bahasa latin dikenal dengan Alpharabius .al Farabi sejak kecil memiliki keinginan besar untuk memahami alam semesta dan manusia ,sehingga ia berusaha menggambarkan pengetahuan yang komprehensif dari dunia dan masyarakat. Al-fArabi melakukan penelitian tentang filsafat kuno terutama dari Plato dan Aristoteles dengan langkah tersebut al-fArabi dikenal sebagai ilmuwan yang menyetujui dan mengembangkan logika aristoteles al fArabi menciptakan titik balik sejarah pemikiran filsafat Islam selain itu beliau dikenal sebagai pendiri salah satu karya al fArabi yaitu Irsyad Al Ulum (perhitungan ilmu)

  1. Ilmu kedokteran
Ilmu kedokteran Islam dapat berkembang pesat pada masa kejayaan Daulah Umayyah salah satu ilmuwan dalam bidang kedokteran Yaitu Abu Al-Qasim Az-Zahrawi ia seorang dokter bedah terkemuka di Cordoba. Az zahrawi memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ilmu kedokteran khususnya ilmu bedah ia dikenal sebagai peletak dasar-dasar teknik ilmu bedah modern .Az-Zahrawi juga mampu menciptakan alat bedahnya sendiri.beberapa alat bedah yang ia ciptakan hingga kini masih digunakan semua pemikirannya ia tuliskan dalam kitab at-Tasrif Liman ‘Ajiza ‘an at-Ta’lif  yang membahas tentang metode pengobatan karyanya tersebut menjadi rujukan para dokter di dunia barat.
Selain Az-Zahrawi ilmuwan lain dalam bidang kedokteran yaitu Abu Al-Abbas A- Nabati ia adalah seorang ilmuwan yang mengelompokkan tumbuh-tumbuhan berdasarkan nama spesies dan tempat tumbuhnya nabati juga menulis sejumlah karya ilmiah tentang obat-obatan.sederhana dan beberapa bidang keilmuan salah Satunya Al - Adwiyyah  Al - Mufrodah yang membuat daftar obat-obatan sederhana dalam bahasa persia latin dan Ber-ber menurut susunan abjad sehingga serta menjelaskan sifat-sifat dan manfaatnya.
  1. Ilmu kimia
Ilmu kimia mengalami perkembangan pada masa Daulah Umayyah perkembangan ini ditandai dengan munculnya beberapa ahli kimia seperti abu al qasim abbas ibn firnas dan as siba'i baik kimia murni maupun terapan menjadi dasar dalam ilmu farmasi dan berkaitan erat dengan ilmu kedokteran ibrahim mengemukakan bahwa farmasi dan ilmu kedokteran telah mendorong para ahli menggali dan mengembangkan ilmu kimia serta ilmu tumbuh-tumbuhan demi kepentingan pengobatan.
  1. Ilmu fisika
 ilmu fisika pada masa Daulah Umayyah berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan lainnya. salah satu ilmu ahli fisika pada masa itu adalah Ibnu Bajjah. Ibnu Bajjah dikenal sebagai Avempace di dunia barat ia mengatakan bahwa selalu ada reaksi pada setiap aksi teori ini sangat berpengaruh pada fisikawan setelahnya termasuk newton dan galileo pemikirannya sangat berguna untuk menghitung kekuatan manjaniqs atau ketapel raksasa yang berfungsi sebagai meriam .Ibnu Bajjah juga sangat berjasa dalam mengembangkan Ilmu Psikologi Islam pemikirannya tentang studi psikologi didasarkan pada Ilmu Fisika
  1. Ilmu Astronomi
Ilmu Astronomi dalam Islam dinamakan ilmu falak. para ilmuwan muslim sangat memperhatikan ilmu Astronomi karena ilmu ini berhubungan dengan pelaksanaan beberapa ibadah seperti waktu salat, penentuan arah kiblat, penetapan hisab ,serta penentuan awal dan akhir bulan Ramadan salah seorang ilmuwan dalam bidang Astronomi yaitu Abu Ishaq Al Zarqali. merupakan sarjana terkenal di Andalusia ia dikenal sebagai Az-Zarqallah. Adalah ahli matematika dan Astronomi dari Toledo Spanyol ia sukses menciptakan peralatan Astronomi yang akurat pada zamannya tabel Toledo merupakan salah satu kontribusinya yang sangat terkenal tabel tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan ilmuwan muslim lain dan ilmuwan yahudi dalam bidang Astronomi.
Ilmu sejarah sejarah dalam keilmuan Islam disebut Tarikh. pada masa Daulah Umayyah banyak sejarawan muslim menuliskan kitab sejarah umat Islam .pada masa itu sangat bersemangat mempelajari sejarah nabi Muhammad S.A.W beberapa ahli sejarah dan karyanya pada masa Daulah Umayyah sebagai berikut :
1)      Ali Ibnu Hazm merupakan seorang ilmuwan yang independen selama hidupnya digunakan untuk berkebun menulis dan mengajar secara informal buku yang telah ia tulis berjumlah 400 judul buku karya ibnu hazm yang terkenal adalah kitab Agama dan sektor yang merupakan sebuah karya tentang sejarah perbandingan Agama
2)      Abu Bakar Muhammad Bin Umar dikenal dengan Ibnu Quthiyah dengan karyanya yang berjudul Tarikhh  Iftitah Al Andalus
3)      Abu marwan abdul malik bin habib dengan karyanya yang berjudul at Tarikhh

  1. Kesenian
Kesenian yang berkembang pada masa Daulah Umayyah meliputi seni musik dan arsitektur salah satu tokoh kesenian pada masa Daulah Umayyah yaitu Zaryab. Zaryab adalah seorang penyanyi Arab yang terkenal di Andalusia ia mendapat julukan Zaryab karena warna kulit dan kepatihan lidahnya menyerupai burung yang suka bernyanyi dan berwarna hitam ia seorang penyanyi di baghdad yang kemudian pindah ke Cordoba dialah yang mula-mula memperkenalkan lagu-lagu timur ke barat selain bernyanyi semasa di Andalusia yang bergerak dalam bidang busana dan tata boga.
Kesenian Islam memiliki ciri khusus para penguasa Daulah Umayyahpada umumnya mahir dalam bidang seni arsitektur mereka mencurahkan perhatian khusus demi kemajuan bidang ini hasilnya adalah berdirinya sejumlah bangunan megah seperti masjid Cordoba .Cordoba juga dihiasi dengan istana Az-Zahra yang indah terdapat banyak bangunan megah yang masih ada hingga saat ini sebagai bukti kemajuan seni arsitektur pada masa itu salah satu peninggalan Daulah Umayyah adalah peti bertutup dari gading.

 MEMBIASAKAN DIRI DENGAN UCAPAN "TERIMA KASIH" DI KOLOM KOMENTAR!!!SEMOGA BERMANFAAT